Jumat, 31 Mei 2013

KEPUASAN PELANGGAN

REPORTASE Universitas Negeri Jakarta, senin (27 Mei 2013). Perkuliahan manajemen pemasaran jasa peretemua terakhir dalam semester empat. Ditutup dengan presentasi atau paparan oleh kelompok terakhir. Pemaraparan terakhir membahas terkait dengan kepuasan pelanggan. Berbicara tentang kepuasan pelanggan, kepuasaan pelanggan adalah hal mutlak dalam pembahasan marketing atau manajemen pemasaran jasa dalam bidang bisnis. Pada dasarnya setiap kegiatan usaha kepuasan pelanggan adalah hal yang layak diperhatikan. Artinya pun kemudian dalam dunia usaha simbiosis mutualisme atau ikatan dan kerjasama saling mengntungkan satu sama lainnya. Kepuasan pelanggan terjadi ketika adanya kesesuaian antara harapan dengan kenyataan riil. Harapan dan kenyataan ini juga terjadi kerika ada dua hal yaitu pelangggan telah merasakan produk atau menggunakan jasa, dan perusahaan telah menyiapkan fasilitas yang memadai sebagai bentuk usaha dari perusahaan melayani pelanggan atau pengguna jasa. Setiap periusahaan selayaknya memilki target terkait dengan kepuasan pelanggan, target-target yang berkaitan dengan kepuasaan pelanggan dituangkan terhadap program cara mengukur kepuasan pelanggan. Ada beberapa hal yang menjadi bahasan dalam cara mengukur kepuasan pelaggan yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau lembaga penyedia jasa, diantaranya adalah (1) pendekatan sistemik, analisis kebijakan, (2) keluhan dan saran atau pembukaan hotline saran, keluhan, (3) analisis kehilangan atau loss customer analysis, (4) survey kepuasan pelanggan secara langsung, (5) ghost shopping atau pembeli gelap. Kuliah berakhir pukul 10.00 WIB pertemuan terakhir pun ditutup dengan kesimpulan yang dipaparkan oleh audiens sebagai bentuk tanggung jawab terhadap materi yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji.

Kamis, 23 Mei 2013

CUSTOMER BEHAVIOR (PERILAKU KONSUMEN)

REPORTASE Universitas Negeri Jakarta, senin 20 Mei 2013. Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan dimulai seperti biasanya pukul 08:30. Pemaparan kelompok pada pertemuan kali ini membahas terkait tentang customer behavior (perilaku konsumen). Berbicara tentang perilaku ada dua hal yang kemudian saling berkaitan dengan Aspek internal dan aspek eksternal. Aspek internal yang mendasari seseorang berperilaku adalah kenutuhan atau keinginan yang ada dalam diri seseorang. Kebutuhan dalam hal ini berkaitan dengan teori kebutuhan Abraham Maslow yang terdiri dari lima hal. Menurut teori kebutuhan maslow hal yang mendasari kebuthan tersebut berkaitan dengan konsep diri atau fisiologis, social, kepercayaan dan mental. Sedangkan, aspek eksternal yang mendasari perilaku seseorang sangat erat kaitannya dengan ekonomi (daya beli), lingkungan ekonomi, demografis, sosiologis, politis, dan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan technology). Perilaku konsumen dalam pemasaran jasa pada khusuSnya dipengaruhi oleh Kebudayaan, kelas social, kelompok acuan, keluarga, pribadi yang berkaitan dengan gaya hidup. Ada beberapa point yang berkaitan dengan perilaku pembeli (1) perilaku pembeli yang kompleks, (2)perilaku konsumen yang mengurangi ketidakcocokan, (3) perilaku konsumen berdasarkan kepada kebiasaan, (4) perilaku konsumen yang mencari keberagaman. Seorang marketer kiranya mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan customer behavior, dalam pelaksanaannya dengan mempelajari aspek atau segala hal yang berkaitan dengan perilaku konsumen memiliki urgensi sebagai berikut: a. Harapan pelanggan terhadap kualitas atau manfaat suatu produk b. Karakteristik pelanggan terhadap respon beli konsumen c. Sikap consumen terhadap atribut produk d. Kebutuhan dan motivasi konsumen terhadap atribut produk e. Kepuasan konsumen terhadap pelayanan distributor f. Tanggapan terhadap iklan g. Persepsi pelanggan terhadap customer delivered value h. Persepsi pelanggan terhadap nilai Setiap marketer selayaknya memiliki perencanaan strategy yang matang dalam menjalankan fungsinya, sehingga kinerja marketer produk atau jasa lebih terarah dan sistematis dan hasi penjualan pun kemudian dapat menghasilkan nilai lebihatau maksimal untuk perusahaan ataupun lembaga.

Rabu, 15 Mei 2013

KUALITAS JASA PENDIDIKAN

REPORTASE Universitas Negeri Jakarta, Senin, 13 Mei 2013. Perkuliahan dimulai seperti biasanya pukul 08.30, paparan dari kelompok penyaji. Kualitas jasa pendidikan berkaitan dengan citra lembaga atau instansi pendidikan penyelenggara. Ada beberapa dimensi yang berkaitan dengan kualitas jasa pendidikan, diantaranya adalah Reliability berkaitan dengan Kehandalan, Responsivenes berkaitan dengan daya tanggap, assurance atau asuransi, tangiable berkaitan dengan sesuatu yang abstrak atau tidak mampu dilihat. Ada beberapa alasana yang kemudian pada akhirnya kualitas pendidikan penting diperhatikan dalam lembaga atau instansi pendidikan. Berikut merupakan alasannya: (1) reputasi lembaga atau instansi, kualitas lembaga pendidikan dangat erat kaitannya terhadap reputasi lembaga pendidikan yang berkaitan, (2) kehandalan produk, (3) keterlibatan global. Kualitas jasa pendidikan seperti halnya pemasaran pada umumnya dalam dunia bisnis, persaingan internasional antar lembaga menjadisalah satu hal yang patut dipertimbangkan dalam pemasaran jasa pendidikan. Kualitas jasa pendidikan berkaitan pula dengan konsep Total Quality Management (TQM). Lingkaran bahasan dalam konsep TQM ini terbagi dalam beberapa bagian proses manajemen, diantaranya adalah Plan, Do, Act, Check. Komponen terukur dari bidang jasa terdiri dari merancang produk jasa, ekspektasi pelanggan adalah hal yang penting. Selain dari pada hal itu, kesenjangan yang terjadi dalam kualitas jasa: 1) Kesenjangan harapan konsumen dan persepsi manajemen 2) Kesenjangan persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa 3) Kesenjangan spesifikasi kualitas jasa 4) Kesenjangan penyerahan jasa dan komunikasi eksternal 5) Kesenjanagan persepsi jasa dan jassa yang diharapkan. Perkualiahan berakhir dengan penjelasan terkait kualitas dan korelasinya pendekatan system dalam pendidikan. Setelah pertanyaan selesai untuk dijawab, maka Bapak Amril kembali menjelaskan materi kualitas jasa yang lebih spesifik di bidang pendidikan dengan mencontohkan pengelolaan pendidikan dalam konsep input, proses, dan output. Dimana iput terdiri dari peserta didik, instrumen SKL, pendidik, isi, sarpras, pembiayaan, letak geografis dan demografis. Ptoses diartikan dengan adanya proses pembelajaran bagi peserta didik yang menjadi sebuah strategi jasa, dan output yag dihasilkan berupa penilaian untuk peningkatan, kemampuan, pengetahuan, keterampilan, kecakapan, dan kesiapa bagi peserta didik. Perkuliahan kali ini berakhir pada pukul 10.30 WIB dan diakhiri dengan penjelasan prosedur UAS yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2013.

Kamis, 09 Mei 2013

PROMOSI JASA PENDIDIKAN

RREPORTASE Universitas Negeri Jakarta, Senin 6 April 2013. Tak seperti biasanya seni pagi, perkuliahan pada kali ini tidak dibimbing langsung oleh dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Pemasaran, beliau tidak hadir dikarenakan adanya keperluan yang tidak dapat ditinggalkan. Namun perkuliahan tetap berjalan dengan pemaparan dari pemateri. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini terkait dengan promosi jasa pendidikan. Bicara terkait pemasaran, seprti halnya telah disinggung dalam beberapa pertemuan sebelumnya, seperti bahasan bauran pemasaran dan lain-lain. Promosi dalam pemasaran adalah bentuk usaha komunikasi dari produsen kepada pelanggan atau konsumen. Bagaikan siklus yang terus berputar, dalam proses bisnis dan pemasaran produk atau jasa, promosi menjadi hal yang memiliki urgensi yang sangat menentukan jalannya siklus serta tidak dapat dipisahkan dalam pemasaran. Promosi secara umum selain bertujuan untuk menkomunikasikan hasil produk atau jasa tetapi juga mendorong penjualan produk atau jasa. Promosi sering digunakan dalam pemasaran biasanya berbentuk iklan dalam media cetak (Koran, tabloid, atau majalah) atau media elektronik (tivi, ataupun internet). Dalam pemasaran jasa, jasa pendidikan khususnya proses promosi merupakan proses yang teramat penting. Promosi jasa yang kreatif dan memiliki daya tarik menjadi salah satu faktor pengaruh berkembangnya pemasaran jasa yang bersangkutan. Ada beberapa faktor yang kemudian mempengaruhi perkembangan cepat atau lambatnya promosi jasa, diantaranya adalah (1) keadaan internal dalam lembaga atau instansi pendidikan tersebut. Keadaan lembaga menjadi penting dalam promosi keadaan keuangan atau modal, atau bahkan stabilitas kekuasaan. (2) keadaaan eksternal, semakin banyak competitor atau persaingan dengan merk atau metode yang sama dan tidak terlalu diferensial sagat mempengaruhi promosi. Maka dari itulah kemudian lembaga pendidikan dituntut untuk selalu membuat inovasi perkembangan cabang ilmu pendidikan dengan metode yang baru dan belum dimiliki oleh instansi lainnya. (3) batasan hukum, media atau kebiajakan pemerintahan turut berpengaruh terhadap perkembangan promosi jasa pendidikan. Pada dasarnya promosi memiliki tujuan jangka panjang dan jangka pendek, tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan hubungan kinerja atau kerjasama antara pelanggan atau konsumen dengan pengelola. Perkuliahan pada hari senin ditutup dengan diskusi kecil dalam kelas terkait beberapa aspek yang kemudian layak dipertimbangkan dalam promosi jasa pendidikan khususnya seperti halnya visi dan misi lembaga pendidikan, fasilitas, keuntungan atau kelebihan lain yang diperoleh dan belum dimiliki oleh lembaga pendidikan sejenis lainnya.

Sabtu, 04 Mei 2013

PENETAPAN KEBIJAKAN HARGA JUAL

Reportase Universitas Negeri Jakarta, 29 April 2013 ruang 307 perkuliahan manajemen pemasaran jasa, dibimbing langsung oleh Bapak Amril Muhammad,SE.,M.Pd. perkuliahan diawali dengan paparan kelompok. materi pertemuan kali ini terkait “Kebijakan Harga Jual”. Dalam manajemen pemasaran jasa, harga merupakan salah satu kompponen penting, harga merupakan nilai yang ditetapkan oleh perusahaan sebagai ganti dari biaya produksi, harga jual ditetapkn oleh perusahaan yang berkaitan dengan ditetapkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, dalam hal ini adalah manager. Berikut akan dipaparkan terkait faktor yang berkaitan dengan penentuan harga produk, yaitu: (1) permintaan pasar terhadap produk yang bersangkutan, permintaan pasar dan strategy posisi disini berperan dalam permintaan pasar terhadap produk. Jika produk dipasaran memiliki permintaan yang banyak, maka harga pun turut memperngaruhi. (2) pemilihan strategi penetapan harga produk, strategy penetapan produk sangat berpengaruh pula dalam menunjang pemasaran. (3) pesaing, kondisi persaingan dalam dunia bisnis seringkali mempengaruhi perusahaan dalam menetapkan kebijakan penetapa harga produk. (4) target pasar, sesuai dengan yang telah dijelaskan pada reportase yang lalu terkait dengan positioning, segmentasi serta bauran pemasaran, target pasar sangat berpengaruh dalam pemetaan penetapan atau estimasi harga yang mampu dibayarkan oleh konsumen dalam segmen tertentu. Penetapan harga, pada perusahaan selayaknya mampu memenuhi beberapa aspek yang kemudian harus dipertimbangkan antara produk dengan harga pasar. Berikut merupakan aspek yang berkaitan, diantaranya: (1) harga selayaknya menjadi cermina mutu produk, (2) harga sejatinya pula mampu bersaing dengan produk sejenis, (3) harga produk juga menyesuaika dengan segmen pasar yang ada, (4) kebijakan pemerintah terkait penetapan harga dalam kementerian perdagangan selayaknya layak utuk dipertimbangkan lebih matang.

Jumat, 03 Mei 2013

Saluran pemasaran

REPORTASE Saluran pemasaran Senin, 15 April 2013. Seperti biasanya senin pagi kelas dimulai pukul 08.30. Paparan dari kelompok 5 yang beranggotakan Novita, Azziz, sari puspita, nurlaillia, dan ka ella. Kali ini paparan kelompok terkait dengan saluran pemasaran. Saluran pemasaran merupakan rangkaian dari proses manajemen pemasaran, pemasaran jasa khususnya. Dalam proses saluran pemasaran jasa, terdapat konflik saluran pemasaran. Konflik saluran terdapat dua jnis konflik yaitu, konflik saluran pemsaran horizontal, merupakan bentuk konflik yang terjadi antar perusaahaan dalam lemaga yang sama, sedangkan konflik saluran pemasaran vertical, yaitu bentuk konflik yang terjadi antar perusahaan dalam lembaga yang berbeda karena adanya Kontrak atau keterikatan. Dalam saluran pemasaran pun terdapat macam-macam bentuk yang sering disebut sebagai Vertkal marketing sistem, diantaranya adalah Korporat (pemimpi tunggal), Kontraktual (terikat/kerjasama), Teradministrasi. Faktor yang mempeungaruhi saluran pemasaran, adalah Pasar (kondisi pasar secara umum), Produk (jumlah barang atau produk), Produsen. Alasan adanya saluran pemasaran, adalah sebagai berikut: 1. Focus pada produksi (menyediakan) 2. Jagkauan yang luas 3. Efisinsi biaya 4. Prestise (nilai) Begitupula dalam hal pemasaran Jasa pendidikan, Lokasi (aksesibilitas, prestise lokasi) mempengaruhi harga. Namun pada dasarnya saluran pemasaran selalu mempertimbangkan aspek atau prinsip efektif dan efisien dalam kegiatannya.

MERK DAGANG

Gilang Cahyo N T/MP ’11 Reguler (1445110095) MARKETING PLAN MERK DAGANG TERAPI, BIMBINGAN DAN PELATIHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Konsep perencanaan manajemen pemasaran jasa pendidikan yang menjadi salah satu rancangan dalam mekerting plan yang akan dirancang adalah bentuk lembaga nonformal berupa terapi, bimbingan dan pelatihan khusus yang berkonsentrasi untuk anak berkebutuhan khusus. Dalam konsep manejemen pemasaran jasa, merk dagang merupakan hal yang penting dalam pamasaran. Dengan adanya merk dagang, pelanggan mampi mengetahui produk yang kemudia kita ciptakan, serta memilki ciri khas tertentu dan mudah dikenal. Berdasarkan pengertian dari American marketing association, merek sebagai nama, istilah, tanda, symbol, desain, atau kombinasinya. Hal ini dilakukan agar kemudian pelanggan dapat dengan mudah membendakannnya sesuai dengan cirri khas lembaga. Mrek dagang yang akan dirancang akan diberi nama “Cindera Jiwa”. Nama ini memiliki pengertian serta makna sebagai salah satu tempat yang memiliki layanan maksimal untuk pelaggan, seperti halnya konten dan bentuk yang dibuat berupa lembaga terapis, bimbingan, dan peltihan bagi anak berkebutuhan khusus. Nama cindera jiwa ini terinspirasi dari sikap anak berkebutuhan khusus, serta potensi anak berkebutuhan khusus yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa dalam dirinya, namun terkadang menjadi salah satu hal yang tidak terlihat karena kekuranggannya itu, maka dari itu lah kemudian dengan nama tersebut berharaap potensi atau minat serta bakat yang ada dalam diri anak berkebutuhan khusus mampu menjadi lentera atau bermanfaat bagi kondisi jiwa, atau bahka orang-orang yang ada di sekitarnya.